Sunyi
Sunyi ketika malam telah tiba, sunyi ketika satu persatu telah pergi. Seperti itu keadaan bilik beberapa waktu terakhir. Hampa tapi tak usang. Dingin yang menyelimuti malam, menghanyutkan pikiran ke alam angan-angan. Berandai mengenai hal yang paling membahagiakan misalnya, disudut rumah. Sembari menatap langit, dan sesekali beruntung ditemani bintang kecil yang berkelip-kelip. Rasanya sunyi makin menjadi-jadi ketika suara cicak tiba-tiba bergeming. Entah apa yang difikirkan, malam-malam memang waktu yang sangat tepat untuk hal itu. Tanpa dawai dan televisi, suasana semakin mendukung. Terbayang betapa sunyinya bilik itu ? Rasa ingin terpejam sampai hari esok, namun mata masih enggan untuk terlelap. Hanya ada sebuah kertas dan pena yang ingin sekali di sentuh, sembari menemani dalam berandai-andai. Dan menuliskan sebuah harapan kecil pada sang pencipta. Untuk memberikan kesembuhan pada semesta ini. Sebab semesta sedang tidak baik-baik saja sekarang.
28/03 23.17
x
Comments
Post a Comment