Membiru (lagi)
hari yang memilukan kembali hadir harapan yang besar tak terlaksana. tuhan, haruskah ini kembali datang ? penat, rehat pun sangat ingin. entah seperti apa dan bagaimana akhirnya. rasa ingin terlelap pun tertahan sebab ramainya kepala yang membelenggu. kalau saja pilihan itu tidak ada rasa tenang pun akan hadir. memang sesal tak bisa dipungkiri ah sial, diri ini kalah. perasaan kalah itu menyakitkan. mencabik-cabik keadaan. bagaimana bisa, diri yang dianggap selalu menang, bisa kalah ? begitulah rencana tuhan.